Kisah Nenek Tua Yahudi Yang Benci Nabi Muhammad

Ceramah Ustadz - Kisah Perempuan Tua Yang Benci Nabi Muhammad. Kisah Nenek Tua Yahudi Yang Benci Nabi Muhammad
Ceramah Ustadz - Kisah Perempuan Tua Yang Benci Nabi Muhammad. Kisah Nenek Tua Yahudi Yang Benci Nabi Muhammad

Kisah Nenek Tua Yahudi Yang Benci Nabi Muhammad – Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saudara-saudari yang dirahmati Allah. Nabi Muhammad Sallahu Alaihi wasallam adalah teladan bagi seluruh umat manusia, bukan hanya dalam fisiknya, tetapi terutama dalam akhlaknya. Beliau diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun ujiannya bukanlah ujian fisik seperti yang dialami oleh nabi-nabi sebelumnya, seperti Nabi Musa Alaihissalam. Beliau diuji dalam hal akhlak yang sangat Agung, sebagaimana yang terabadikan dalam Alquran: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur” (Quran, surat Al-Qalam, ayat 4).

Dalam sirah nabawiyah, ada satu kisah yang patut kita renungkan. Kisah seorang perempuan tua yang sedang melintasi gurun pasir membawa beban yang sangat berat. Nenek tua ini sedang kesulitan, dan kemudian datang seorang laki-laki muda yang menawarkan bantuannya untuk mengangkat barang-barang perempuan itu. Tanpa ragu, laki-laki muda itu mengangkat beban tersebut dan membantu nenek tua itu.

Namun, ketika mereka berjalan, perempuan itu meminta sesuatu kepada laki-laki muda itu. Dia berkata, “Jangan pernah berbicara apapun tentang Muhammad, karena dia telah merampas rasa damai dari hatiku, dan pemikiran tentangnya sangat mengganggu saya. Jadi, tolong jangan sebutkan namanya.”

NB : Postingan ini sudah di update menjadi postingan video. Anda bisa “BERALIH KE VERSI VIDEO” atau tetap di sini untuk melanjutkan membaca

Laki-laki itu awalnya menuruti permintaan perempuan itu dan mereka melanjutkan perjalanan. Namun, perempuan itu kemudian menyadari bahwa dia telah diberi kesempatan untuk berbicara, dan dia memutuskan untuk berbicara tentang Nabi Muhammad. Dia mulai menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad telah mengubah hidupnya, mengajarkan tentang Allah Yang Maha Esa, dan membantu orang-orang lemah, miskin, dan budak.

Ketika mereka sampai di tujuan mereka, laki-laki itu menurunkan barang-barang perempuan tua itu. Nenek itu menatapnya dengan senyum penuh terima kasih. Dia berkata, “Terima kasih banyak, anak muda. Kamu sangat baik. Tindakan baikmu jarang saya temui. Biarkan aku memberimu nasehat: Jangan pernah mencari ketenangan dalam membenci, karena itu hanya akan membawamu masalah.”

Ketika laki-laki itu berbalik untuk pergi, perempuan tua itu menghentikannya dan berkata, “Maafkan aku, apa yang kamu katakan tadi tidak terdengar jelas. Telingaku semakin tua dan kadang-kadang sulit mendengar dengan baik. Apakah kamu bisa mengulangi apa yang kamu katakan tadi?”

Laki-laki itu menjawab dengan senang hati, “Tentu, nenek. Aku hanya mengatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya.” Nenek tua itu tersenyum dan mengucapkan syahadah, mengakui bahwa hanya ada satu Tuhan, dan Muhammad adalah utusan-Nya.

Kisah ini menggambarkan keagungan akhlak Nabi Muhammad Sallahu Alaihi wasallam. Dengan kesabaran, kebaikan, dan senyumannya, beliau mampu merubah hati seorang perempuan tua yang dulunya membencinya menjadi seorang yang mencintai dan memeluk Islam.

Kisah ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Ini mengajarkan kita untuk membalas keburukan dengan kebaikan, karena Islam adalah agama yang tidak mengajarkan kekerasan. Mari kita semua mencoba meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad Sallahu Alaihi wasallam.

Terimakasih telah membaca artikel ini. Kami mengundang Anda untuk terus mengikuti berita Islami dan artikel-artikel menarik lainnya di Posjos.com.

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Info : Situs www.ceramah-ustadz.my.id sedang dalam proses migrasi konten. Dari semula konten artikel, sebagian akan di sempurnakan menjadi konten video. Anda bisa membuka postingan versi video di halaman ini. Untuk postingan dalam format audio buka di sini. Ikuti juga ceramah-ustadz.my.id di Tiktok.